Ahok Dinyatakan Bebas dari Tuntutan penistaan Agama, Begini alasanya

.
Rupanya indonesia lumayan kacau setelah pidato ahok di pulau seribu di duga melakukan penistaan Agama. banyak yang bersorak supaya Ahok di proses secara hukum bahkan telah beberapa kali melakukan demo besar-besaan.

Tujuan berdemo adalah supaya Hukum di jalankan kalau benar Ahok menista agama dan suapaya dipercepat prosesnya.

Jadi Ketetapan AHOK yang di anggap sebagai tersangka tentang kasus Penistaan agama terhadap yang beragama Islam hal ini sangat dipengaruhi oleh tekanan dari beberapa orang yang terus mendesak, Apakah begini faktor hukum atau ada yang lain?

Karena begini isi UU tentang penodaan Agama tertulis
UU Pencegahan Penistaan Agama (UU No. 1/PNPS/1965) YAITU :
Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama
Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama



PASAL 1
Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari agama itu, penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu.

Baca juga: Ahok: Kalau Tuhan di Pihak Kita, Siapakah Lawan Kita? dan jika...

PASAL 2
(1) Barang siapa melanggar ketentuan tersebut dalam pasal 1 diberi perintah dan peringatan keras untuk menghentikan perbuatannya itu di dalam suatu keputusan bersama Menteri Agama, Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri.

PASAL 3
Apabila, setelah dilakukan tindakan oleh Menteri Agama bersama-sama Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri atau oleh Presiden Republik Indonesia menurut ketentuan dalam pasal 2 terhadap orang, Organisasi atau aliran kepercayaan, mereka masih terus melanggar ketentuan dalam pasal 1, maka orang, penganut, anggota dan/atau anggota Pengurus Organisasi yang bersangkutan dari aliran itu dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun.

PASAL 4
Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi sebagai berikut:
"Pasal 156a Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:
a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atauPun terhadap suatu agama yang dianut yang ada di Indonesia;
b. dengan maksud agar supaya orang tidak akan menganut agama apapun juga, yang bersendikan ke-Tuhanan Yang Maha Esa."

PASAL 5
Penetapan Presiden Republik Indonesia ini mulai berlaku pada hari diundangkannya. Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya memerintahkan pengundangan Penetapan Presiden Republik Indonesia ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta.
Presiden Republik Indonesia
Sukarno

Baca juga:Ahok Kutib buku di dalamnya ada ayat alkitab Galatia 6:10 Saat sidang
Jikalau disimpulkan untuk UUD tersebut yg menjadi Dasar KUHP Pasal 156-A,Bahwa ancaman pidana bisa diberlakukan apabila yg bersangkutan tersebut tidak menyesal telah melakukan perbuatannya dan setelah diperingatkan secara tertulis oleh MENTERI AGAMA dan KEJAKSAAN AGUNG tetap MENGULANGI PERBUATANNYA.

Seperti yang kita ketahui Ahok telah beberpa kali minta maaf dan dia sudah memhon yang sebesar-besarnya agar umat muslim memaafkanya karena dia tidak bermasksud melakukan penistaan terhadap agama.bagaimana tanggapan anda?

0 Response to "Ahok Dinyatakan Bebas dari Tuntutan penistaan Agama, Begini alasanya"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Yang sopan Dan Relevan.
Maaf.. Link Hidup Akan di hapus