Hanya pasang foto wanita berhijab saja, Baliho UKDW dipaksa diturunkan oleh FUI

.
Sungguh aneh memang negara kita ini, banyak sekali kejadian yang tidak masuk akal... Nah masih belum lama kejadian yaitu pengusiran KKR Natal di Sabuga, Bandung, sebuah peristiwa juga terjadi yaitu sebuah insiden berbau sentimen agama di Yogyakarta. dengan mengatasnamakan pemuda diri Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) menggeruduk kantor humas dan admisi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) di Jl.Dr. Wahidin Sudirohusodo No.5-25, Yogyakarta pada Rabu (07/12/2016) siang.

Kelompok ini memprotes poster iklan penerimaan mahasiswa baru UKDW yang menampilkan foto wanita berjilbab.

“Hendaknya pihak UKDW tidak sembarangan, simbol jilbab untuk umat Islam dicampur dengan mereka yayasan Kristen. Kami amat sangat terusik sekali, jelas-jelas ini tidak dibenarkan secara syariat” kata  Henry dalam konferensi pers di kampus UKDW, Kamis (8/12).


Karena mendapat ancaman, pihak kampus telah menurunkan baliho yang ada di depan kampus. Mereka juga berencana akan menurunkan baliho dan promosi yang tersebar di Yogyakarta. Baliho ini baru dipasang dan disebar sekitar satu bulan.

Menurut Henry, FUI Yogyakarta pertama kali meminta penurunan baliho pada Rabu (7/12) pukul 09.00 WIB. Dua orang dari pihak FUI Yogyakarta bertemu dengan pihak manajemen admisi dan promosi kampus.

“Saat itu mereka meminta baliho dan promosi di depan kampus diturunkan,” kata Henry.




Hanya pasang foto wanita berhijab saja, Baliho UKDW dipaksa diturunkan oleh FUI


Aksi FUI Yogyakarta ini juga menuai reaksi netizen, salah satunya dari alumni UKDW yang beragama Islam, Siti Rofiah. Siti Rofiah berkomentar lewat akun facebooknya terkait soal polemik tersebut dikutip brilio.net, Kamis (8/12).
"Saya perempuan berjilbab, alumni UKDW, menanggapi aksi Pemaksaan Pencabutan Baliho di UKDW," tulisnya sebagai pembuka komentarnya.
Menurut Siti, desakan FUI ini merupakan perbuatan yang sangat tidak berdasar. Perguruan tinggi merupakan lembaga kajian yang menjunjung tinggi kebebasan akademik. Di mana kebebasan akademik adalah kebebasan untuk mengkaji maupun mengutarakan sebuah pendapat secara independen tanpa ada paksaan dari pihak lain.
Siti pun menuliskan pengalamannya selama lima tahun mengenyam pendidikan di UKDW. Sebagai seorang muslim di kampus kristen, pembelajaran yang dijalani tidak ada yang menyimpang dari kebebasan akademik. Baginya, Kampus UKDW justru sangat islami.
"Nilai-nilai keislaman yang selama ini diajarkan kepada saya diantaranya soal budi pekerti, soal akhlak, saya temukan di sana. Saya merasa diperlakukan dengan sangat baik, sangat “memanusiakan manusia”. Sebagai minoritas saya tidak diperlakukan berbeda. Saya bisa beribadah dengan mudah karena disediakan. Saya bahkan ingat betul bagaimana abang cleaning service selalu mencarikan sandal jepit saat saya mau wudlu. Itu hanya sebagian kecil contoh “keislaman” yang ada di kampus Kristen, UKDW. Yang lainnya masih banyak. Saya jadi ingat kata Gus Dur “toleransi itu bukan soal pemahaman, tapi pengalaman”. Dan saya mengalami itu," tambahnya.
Berikut komentar Siti Rofiah selengkapnya dihimpun dari akun Facebooknya:




UKDW merupakan universitas yang didirikan tahun 1985. Kampus tersebut merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Theologia Duta Wacana yang berdiri sejak 31 Oktober 1962.

Selain fakultas teologi, universitas yang berada sekitar dua kilometer dari Tugu itu memiliki fakultas teknologi informasi, arsitektur, bisnis, bioteknologi, kedokteran dan pendidikan bahasa Inggris.

Sementara itu, FUI pernah terlibat pada pembubaran kegiatan budaya di Yogyakarta, seperti pemutaran film Senyap di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM dan Institut Seni Indonesia, Desember 2015.

0 Response to "Hanya pasang foto wanita berhijab saja, Baliho UKDW dipaksa diturunkan oleh FUI"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Yang sopan Dan Relevan.
Maaf.. Link Hidup Akan di hapus