Tangisan keluarga korban "Tuhan, posi ma on" Aha dosakku Tuhan, Tuhan apa dosaku?

.
Tangisan keluarga korban "Tuhan, posi ma on" Tuhan, ngeri kali ini, Yang seharusnya kebahagiaan menyelimuti KELUARGA St Darwin Banjarnahor karena masih rayakan tahun baru dan hendak tahun baruan kerumah tulangnya (paman), Namun kebahagiaan itu berujung dengan duka yang sangat dalam setelah mereka mengalami kecelakaan.


Keluarga dan warga sekitar rumahnya yang mendengar berita itu sangat terpukul dan bersedih. dimana sebelumnya kecelakaan itu terjadi di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, sampai kepada mereka. Dan pada Selasa (3/1) pukul 05.00 WIB.


Ketika 9 korban diantarkan kerumah duka maka jerit histeris pecah di dusun itu.
Tangisan keluarga korban "Tuhan, posi ma on" Aha dosakku Tuhan, Tuhan apa dosaku?

Tangisan keluarga korban "Tuhan, posi ma on" Aha dosakku Tuhan, Tuhan apa dosaku?


Jadi Seluruh korban tewas tersebut adalah warga Medan yang hendak pulang kampung ke Dusun Batumardinding, Desa Marbun Tonga Dolok, Kecamatan Baktiraja, Humbang Hasundutan (Humbahas).

Saat Ambulan datang mengantar Zenajah tersebut, Tangisan keluarga dan warga pun makin histeris apalagi sewaktu Zenajah dikeluarkan satu persatu.

Darwin dan tetangga kemudian di hibur oleh kerabatnya yang ada disana, namun yang menghibur juga malah ikut nangis karena merasa sangat sedih.

“Ai Nabohado on Oppung. Tuhan, posi ma on” (apa ini, Oppung. Tuhan, ngeri kali ini),” jerit Darwin dalam tangisnya sembari berjalan ke rumah. Darwin sempat beberapa kali roboh dan beruntung langsung di tolong oleh orang-orang yang ada disana.


Setelah jenazah disemayamkan di rumah duka, Darwin juga masih histeris menangis namun kali ini dia memeluk satu persatu jasad korban itu.

“Aha dosakku, Tuhan (Apa dosaku Tuhan)?” ujarnya sembari merangkul setiap jenazah tersebut.

Baca juga: Video detik-detik kecelakaan yang tewaskan 9 orang dalam 1 keluarga di dairi


Beberapa orang yang disana juga ikut menangis bahkan pingsan. “Borhat ma hamu hape, tinggal ma hami, lungun nai on. Ikkon sahali lao ma hamu (Sekali berangkatnya rupanya kalian meninggalkan kami. Sedih kali ini),” Tangisan keluarga yang lain yang ada disana.

Informasi yang diperoleh maka kesembilan korban akan dimakamkan satu liang di pemakaman keluarga mereka. Namun masih menunggu kesepakatan bersama oleh keluarga.

0 Response to "Tangisan keluarga korban "Tuhan, posi ma on" Aha dosakku Tuhan, Tuhan apa dosaku?"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Yang sopan Dan Relevan.
Maaf.. Link Hidup Akan di hapus