Gila! Anak SD br Naibaho Dicabuli Siregar, Amongnya Diam karena Disogok 16 juta, Tapi Inongnya Lapor ke Polrestabes

.
Minahasi Siregar (39) yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di RSUD dr Pirngadi Medan ini, perbuatanya sungguh tidak terpuji. Ia tega berkali-kali menc4bul1 bocah yang masih ingusan.

Namun sang ayah tutup mulut karena diberi uang damai sebesar 16 juta. Minahasi Sendiri tinggal di Jalan Tirtosari, Gang Dame, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan.

Ibu Korban Susi boru Harahap (30) yang mengetahui itu tidak terima, Hingga ia mendatangi Polrestabes Medan, Kamis (9/3) malam, melaporkan pelaku telah mencabul1 anak pertamanya, P br N (11) yang masih duduk di bangku kelas 6 SD.

Menurut keterangan ibu korban bahwa P br N dia sudah berulang kali dicabul1 oleh Minahasan Siregar di rumah pelaku yang masih beristri dan beranak 2. perbuatan terkutuk pelaku diketahui ibu korban, Susi boru Harahap, yang telah pisah dengan suami pertamanya, Simon Naibaho (40), setelah belasan warga melapor bahwa warga sering memergoki korban dibawa masuk pelaku ke rumahnya saat sedang sunyi.

Ibu korban tinggal di Jalan Tanjung Sari, Pasar 4, Medan. beberapa warga pun melapor ke ibunya karena ayah korban tidak tanggap laporan warga bahwasannya anaknya telah dirusak tetangganya itu.

“Saya tahunya dari warga yang tinggal dekat rumah pelaku. Warga mendatangi rumah saya di Pasar 4.

Anak saya itu sejak kelas 1 SD dan berumur 7 tahun, tinggal bersama bapaknya dan bertangga dengan si pelaku. Bayak warga yang melihat anak keluar dibawanya keluar masuk,” kata Susi boru Harahap. Bahkan perbuatan pelaku sempat membuat warga sekitar rumahnya geram. Warga telah melaporkannya ke ayah korban hingga datang beramai-ramai ke rumah pelaku.

Mereka ingin mengusir pelaku dari tempat itu, karena dianggap sudah sering melakukan aksi cabul kepada orang lain dan untuk menghindari kemarahan warga, pelaku kerap berpindah tempat tinggal setelah aksinya diketahui. “Awalnya, warga mengetahui perbuatan cabul terhadap anak saya pada, Kamis (2/3) lalu.

Terus sekitar sebelasan warga mendatangi rumah saya dan melapor ke saya Sabtu (4/3). Katanya, si pelaku itu memang pernah mencabuli orang dan dia terus pindah-pindah tempat tinggal,” tutur ibu korban lagi.

Bahkan, Susi boru Harahap, sempat mendatangi rumah mantan suaminya, guna membahas masalah anak mereka yang dicabuli. Lalu suaminya bersama opung korban bernama Rosinta Boru Silalahi sudah datang ke rumah pelaku. “Mereka sudah datang ke rumah pelaku dan pelaku mengakui perbuatannya. Ternyata, mereka sudah damai, tanpa sepengetahuan saya selaku ibu kandungnya. Warga disana juga sudah marah.

Informasinya, sama opungvsaya itu pelaku menyerahkan uang damai Rp 16 juta,” bebernya. Tak rela anaknya dicabuli dan dijadikan ladang uang oleh keluarga mantan suaminya, Susi didampingi beberapa warga nekat mendatangi Mapolrestabes Medan.

“Saya jelas keberatan anak saya digituin. Dulu suami saya itu terus memaksa saya dan dia merebut anak saya hingga tinggal di rumahnya. Saya sudah tidak tahan dengan perilaku suami saya yang kerab memukuli saya, makanya saya bercerai dan pasrah anak saya tinggal sama dia. Bahkan mantan suami saya itu pernah saya laporkan atas kasus kekerasan dalam rumah tangga,” ungkapnya.

Sementara itu, korban juga mengakui jika ia sudah sering d1cabul1 dirumah pelaku pada saat anak istri pelaku sedang tidak berada dirumah. Setiap mengajak, korban selalu diimingi uang jajan Rp 10 ribu.

Korban Cabul


“Iya om, sudah sering saya digituin. Pertamanya pas malam-malam. Saya lagi main tali karet di depan rumah, terus dipanggil uwak itu. Baru saya dibawa ke kamarnya. Anaknya dan istrinya lagi dirumah opungnya gak jauh dari situ,” ucap bocah SD ini.

Menurut bocah polos berambut ikal ini lagi, setiap d1cabul1, ia kerap diancam akan dibunuh pakai pisau, kalau perbuatan bejat yang diperbuat terhadapnya diceritakan kepada orang lain.

“Pas di dalam kamarnya, baju dan celana saya dibuka semua. Uwak itu juga buka baju dan celananya. Terus saya di pegangi dan diraba-raba. Lalu dia masuki Anunya ke Anu saya. Saya kesakitan dan menjerit, tapi mulut saya ditutupi pakai tangannya,” katanya lagi.

Usai melampiaskan n4fsu birahinya kepada bocah ingusan tersebut, pelaku pun menyuruhnya pulang. Korban yang kesakitan di selangkangannya, lantas mengeluh kepada opung dan ayahnya.

“Anak saya sampai jatuh sakit, lalu opungnya membawanya ke RS Wahyu. Dari keterangan di rumah sakit menurut informasi yang saya peroleh, kemaluan anak saya sudah robek dan dia sudah berulang kali digituin,” sambung ibu korban.


Baca Juga: Babang Marpaung: Dang Boi Hujaga Hamu Among Inong, Tolong lah dulu Tuhan

Beberapa jam berkonsultasi dan menceritakan kejadian yang menimpa anaknya kepada petugas SPKT Polrestabes Medan, korban bersama ibu dan warga yang menemaninya terpaksa kembali pulang ke rumah, lantaran seluruh bukti seperti, Kartu Keluarga (KK) maupun akte lahir anaknya, berada di rumah mantan suaminya.

 “Kami sudah ribut di rumah mantan suami saya itu bang, apalagi sama opungnya (orangtua mantan suami saya). Soalnya mereka saja yang berdamai dan saya gak dikasih surat keterangan mengenai anak saya ini,” bilangnya.
Maka dari itu, lanjut ibu korban, ia dan ditemai keluarga serta warga yang mendukungnya, berencana mendatangi sekolah korban untuk meminta surat keterangan dan lapor anaknya.

“Tadi disuruh polisi bawa berkas atau surat keterangan mengenai anak saya, makanya kami bingung. Warga sudah banyak yang mau jadi saksi. Besoklah kami ke sekolahnya minta data anak saya. Paginya kami melapor kesini lagi,” sebut ibu korban, sembari berlalu dan meninggalkan Polrestabes Medan.

Sumber: news.metro24jam.com

0 Response to "Gila! Anak SD br Naibaho Dicabuli Siregar, Amongnya Diam karena Disogok 16 juta, Tapi Inongnya Lapor ke Polrestabes"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Yang sopan Dan Relevan.
Maaf.. Link Hidup Akan di hapus